daftar
Home » » Perjalanan Menuju Yogyakarta

Perjalanan Menuju Yogyakarta

Halo sobat Pojok Cerita, apa kabarnya hari ini? Sebagai postingan pertama di blog Pojok Cerita, admin akan share pengalaman perjalanan menuju Yogyakarta minggu kemarin. Perjalanan ini bukan dalam rangka liburan, tetapi dalam rangka menjalankan tugas kantor.


Perjalanan ini diawali dari kota tempat tinggal admin yaitu Majalengka pada tanggal 20 Maret 2018 jam 16.00, dengan menggunakan travel. Bukan kendaraan travel langsung sih, tetapi mobil jemputan travel karena ternyata keberangkatan travel yang sebenarnya adalah dari kuningan.

Sampai di kota Kuningan sekitar jam 18.00, admin shalat magrib dulu sambil menunggu mobil travel yang akan mengantarkan admin bersama teman ke Yogyakarta. Oh iyah admin berangkat ke Yogyakarta tidak sendiri tapi berdua bersama teman sekantor.

Jam 20.00 mobil travel yang akan membawa admin bersama teman datang dan ternyata ada teman dari kantor yang ada di Kuningan yang akan mengikuti kegiatan yang sama di Yogyakarta. Disepanjang perjalanan menu Yogyakarta tidak ada hal yang bisa diceritakan karena perjalanan dilakukan pada malam hari, sehingga selama perjalanan admin bersama teman hanya tidur saja.

Sampai di Kota Yogyakarta sekitar jam 06.00, karena chek in dihotel tempat kegiatan dilakukan nanti sekitar jam 13.00, admin bersama teman memutuskan untuk mencari masjid agar bisa ikut mandi dan beristirahat sejenak. Namun saat menemukan masjid, ternyata masjidnya dikunci, kok bisa?

Admin akhirnya memutuskan untuk mencari masjid yang lain ataupun wc umum. Namun kami tidak menemukan masjid yang lain, dan wc umum pun masih pada tutup, duh gini amat sih nasib gue. Akhirnya kami memutuskan untuk ke hotel tempat kegiatan dan mencoba berbicara ke resepsionis bahwa kami peserta kegiatan, dan akan ikut ke kamar mandi karena belum waktunya chek in. Alhamdulillah kami diizinkan ikut mandi, cuman madinya bukan dikamar yah hehehe, tetapi di Kamar Mandi yang ada di Masjid di area hotel karena kamarnya belum ada yang siap. Akhirnya bisa mandi juga nih pikirku.

Setelah bersih-bersih dan menitipkan tas bawaan kami ke pihak hotel, oh iyah sobat hotel tempat kami kegiatan adalah di Hotel Grand Inna Malioboro tepat di jalan Malioboro pusatnya keramaian Kota Yogyakarta. Kami jalan-jalan di jalan Malioboro ngopi-ngopi, foto-foto dan kami menelusuri jalan-jalan sampai ke gang-gangnya untuk mengenal Yogyakarta sampai menunggu jam chek in.


Ada cerita lucu dan sekaligus membuat kami sadar, setelah keliling-keliling kami kembali ke masjid di area hotel karena waktu chek in masih lama dan kami kelelahan setelah jalan-jalan. Kami tiduran di masjid, dan terlihat ada beberapa ibu-ibu pengawai hotel yang melakukan sholat duha. Saat kami tiduran ada seorang Satpam yang membangunkan kami, “pa di masjid itu baca bukan tiduran” kata satpam. Kami kaget lalu bangun dan aga kesel juga sih, cuman kami sadar emang masjid bukan tempat tidur tetapi tempat ibadah. Setelah kami perhatikan juga, eh ternyata kami tidur di area tempat shalat perempuan dan kebetulan waktu itu banyak ibu-ibu pegawai hotel yang akan shalat duha, hehehe.

Ada yang berkesan selama kami di Yogyakarta, yaitu naik Bentor (Becak Motor) bertiga. Padahal badan kami bertiga itu besar-besar sehingga duduk kami bertumpuk. Kami keliling Malioboro membeli Bakpia Pathok dari tempat produksinya langsung dari tempat produksinya karena kami jalan-jalan jam 12 malam jadi banyak toko-toko yang sudah tutup. Selama perjalanan kami ketawa-ketawa melepaskan penat selama kegiatan.

Tanggal 23 Maret 2018 pagi kami pulang kembali ke Jawa Barat menggunakan Kretasi Api Eksekutif Taksaka. Jujur admin katakana bahwa pejalanan menggunakan Kereta Api jarak jauh ini yang pertama kalinya. Admin pesan Tike lewat Tokopedia (emang top dah Tokopedia) dengan harga Rp. 265.000,-. Jam 7 kami chek out dari hotel setelah sarapan dan kami berjalan kaki ke Stasiun Kereta Api karena letak stasiun tidak jauh dari hotel tempat kami menginap.

Sebelum masuk stasiun kami foto-foto dulu sebagai kenangan. Saat masuk, saya langsung menuju komputer yang disediakan statsiun untuk mencetak Boarding Pass secara mandiri. Setelah dapat Boarding Pass, kami menuju pintu chek in dan kami tunjukan Boarding Pass kami masing-masing beserta Identitas kami. Oh iyah kalo sobat ingin bepergian jarak jauh menggunakan Kereta Api pastikan nama dan nomor identitas di Boarding Pass sama dengan identitas kalian, jika tidak dijamin kalian tidak akan dizinkan masuk oleh petugas.

Ada satu lagi yang amin baru tahu saat menaiki kereta api jarak jauh, saat pemeriksaan di dalam gerbong, sobat tidak akan ditanya Boarding Pass, tetapi siapkan aja untuk berjaga-jaga barangkali petugas menanyakannya. Petugas memeriksa penumpang menggunakan smartphone sambil melihat kursi penumpang. Berbeda jika kalian menggunakan kreta api dalam kota, kalian pasti akan diminta tiket saat pemeriksaan di dalam gerbong.


Kami tiba di Stasiun Cirebon tepat jam 12.30 sesuai jadwal yang tertera di Boarding Pass. Distatiun ini kami berpisah dengan teman yang dari Kuningan, dia menggunakan Grab Car untuk pulang ke Kuningan dan kami memutuskan untuk makan dulu sebelum pulang. Kami makan diwarung nasi yang ada di pinggir jalan dengan stasiun, kami makan ayam penyet, tapi bukan Ayam Penyet Surabaya yah hehehehe. Saat makan kami berdiskusi terkait kendaraan apa yang akan kami naiki pulang ke Majalengka. Sebagai info aja, kami mengenal daerah stasiun Cirebon jadi belum tau angkutan umum yang lewat ke sana.

Akhirnya kami juga memesan Grab Car untuk menuju daerah kedawung. Mungkin sobat bertama kenapa ga sampai rumah menggunakan Grab Car? Awalnya kami juga berencana demikian, namun saat dilihat biaya yang harus dikleuarkan, wow mahal men. Biaya Grab Car kalo sampai rumah itu sekitar Rp. 188.000,- jadi kami kemutuskan sampai kedawung aja menggunakan Grab Car dengan biaya Rp. 16.000,-.

Dari Kedawung kami menggunakan elf yang jurusan Cirebon – Bandung untuk menuju Kadipaten dengan ongkos yang dikeluarkan sebesar Rp. 20.000,- per orang, nah disini yang bikin lama karena kendaraan umum ini sering berhenti lama untuk menunggu penumpang. Tapi ga apa-apa lah,  Setelah kami tiba di Kadipaten kami naik angkot untuk menuju Majalengka dengan besar angkos Rp. 5.000,- per orang. Jika dihitung semunya biaya perjalanan dari Stasiun Cirebon – Majalengka kami berdua menghabiskan biaya sebesar Rp. Rp. 66.000,- dan kami bisa menghemat sebesar Rp. 122.000,- jika dibandingkan kami menggunakan Grab Car dari Stasiun Cirebon menuju Majalengka.

Selesai….
Thanks for reading Perjalanan Menuju Yogyakarta

« Previous
« Prev Post
Oldest

6 komentar:

  1. seru kayaknya ya mas perjalananya.hehe

    BalasHapus
  2. Happy trip ☺
    Senang punya pengalaman tugas ke luar kota seperti itu, bisa nambah wawasan dan pengalaman baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, apalagi ini baru pertama kalinya dikasih tugas keluar kota yang jauh hehehe

      Hapus
  3. Jogja ini selalu membikin rindu.

    BalasHapus